RESUME TALKSHOW PKKMB FE UNY 2020
Talkshow Kemahasiswaan Dan Ormawa FE UNY
Moderator:
Aulia Afi Basuki
Narasumber:
Ade Rizki Baskoro dan Andi Diki Iranda
Dalam talkshow sesi pertama, terdapat dua narasumber yaitu Ade Rizki
Baskoro dan Andi Diki Iranda. Yang pertama Ade Rizki Baskoro atau yang kerap
disapa Kak Ade saat ini sedang sibuk merintis bisnis. Sedangkan yang kedua,
Andi Diki Iranda atau yang kerap disapa Kak Andi sedang sibuk mengurus startup insan cendekia miliknya sendiri.
Ketika ditanyai apa tips membagi
waktu ala Kak Ade, ia menjawab bahwa komitmen dan konsistensi terhadap apa yang
kita lakukan adalah yang utama, kedua hal tersebut sudah tidak bisa ditawar lagi.
Dan yang kedua adalah tetapkan tujuan kita saat memulai sesuatu dan tentukan
bagaimana cara meraihnya. Sedangkan tips membagi waktu ala Kak Andi adalah
selalu fokus dengan apa yang kita kerjakan, sehingga membuahkan hasil yang
maksimal seperti apa yang diharapkan.
Menjawab pertanyaan kedua dari
moderator. Ketika ditanya seberapa penting organisasi di kampus? Menurut Kak
Ade, organisasi mahasiswa atau ormawa sangat penting karena di ormawa lah ia
bisa berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik. Kak Andi pun setuju dengan
pernyataan yang dilontarkan Kak Ade, ia mengatakan bahwa ormawa berkaitan
dengan perkembangan SQ (spiritual
quotient) yaitu kecerdasan jiwadan EQ (Emotional
Quotient) yaitu kemampuan pengendalian rasa atau emosi.
Di akhir sesi talkshow ini, Kak Ade mengajak para mahasiswa baru untuk ikut
bergabung dalam ormawa, karena di ormawa kita akan menemukan banyak orang dan
kita bisa belajar banyak juga dari mereka. Begitu pula dengan Kak Andi, ia
mengatakan bahwa ormawa adalah sebuah supporting
system karena di ormawa penuh suasana kekeluargaan.
Talkshow Pengenalan Lingkungan Akademik FE UNY
Moderator:
Sigit Setiaji
Narasumber:
Prof. Setiabudi Indartono
Di UNY memberlakukan kurikulum baru
bagi seluruh mahasiswa terkait dengan pemberlakuan Kampus Merdeka:
1. Pembukaan program studi baru.
2. Sistem akreditasi perguruan tinggi.
3. Perubahan Perguruan Tinggi Negeri
menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.
4. Hak belajar tiga semester di luar
program studi.
Berdasarkan poin keempat pemberlakuan Kampus Merdeka maka ada
istilah baru yaitu Merdeka dalam Belajar. Artinya, Perguruan Tinggi wajib
memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak):
·
Dapat
mengambil sks di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (setara dengan 40
sks)
·
Ditambah
lagi, dapat mengambil sks di prodi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama
sebanyak 1 semester (setara dengan 20 sks)
Di perguruan tinggi, diberlakukan sks
(satuan kredit semester). Dengan sistem ini, mahasiswa dimungkinkan untuk
memilih sendiri mata kuliah yang akan diambil dalam satu semester. Dengan
ketentuan untuk jenjang S1 sebanyak 146-156 sks dan jenjang D3 sebanyak 110-120
sks. Sks sendiri digunaka sebagai ukuran untuk:
·
Besarnya
beban studi mahasiswa.
·
Besarnya
pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa.
·
Besarnya
usaha belajar yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik
program semesteran maupun program lengkap.
·
Besarnya
usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar.
Adapun
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan moderator kepada narasumber. Antara lain:
1. Perbedaan sistem akademik di dunia
perkuliahan dengan sekolah menengah?
Perbedaanya terletak pada
sitem yang digunakan. Pada dunia perkuliahan, sistem yang digunakan adalah sks,
dimana semester berikutnya tergantung pada ipk semester sebelumnya. Jika
mahasiswa mendapatkan ipk tinggi, maka akan diberi kesempatan untuk bisa
mengambil sks lebih banyak, maka tak heran mahasiswa dengan ipk tinggi dapat
lulus lebih cepat.
2. Apakah ipk menjadi syarat
satu-satunya lulusan dan bagaimana penilaiannya?
2 tahun pertama adalah tahun
penilaian bagi mahasiswa, yaitu apabila seorang mahasiswa dalam 2 tahun pertama
jumlah sks yang ditempuh kurang dari 40 sks dan ipk kurang dari 2 maka otomatis
mahasiswa tersebut akan drop out dari
kampus. Karena harapannya, selama 4 tahun mahasiswa dapat menyelesaikan 146-156
sks.
Talkshow Mahasiswa Enterpreneur
Moderator:
Indah Puspa Sari
Narasumber:
Goswan Bahrey Al Farisy
Di talkshow sesi ketiga ini, dengan narasumber yang bernama Ghoswan Bahrey
Al Farisy atau yang kerap disapa Kak Ghoswan adalah pemilik bisnis fresher58
yang bergerak di bidang fashion. Menggeluti dunia bisnis enterpreneur sejak masih duduk di kelas 3 SD. Kak Ghoswan terdorong
mencicipi dunia bisnis karena kondisi perekonomian keluarganya yang sempat
terpuruk karena usaha ayahnya bangkrut. Ingatan inilah yang kemudian mendorong
motivasi Kak Ghoswan untuk mencoba dunia bisnis.
Untuk merintis usaha ini, ia rela
menjual motornya yang ia beli sewaktu duduk di bangku kelas 2 SMA. Waktu itu ia
memulai bisnis penyemprot warna sepatu. Namun kenyataannya bisnisnya tersendat
di tengah jalan dan akhirnya bangkrut.
Tak mudah bagi seorang Kak Ghoswan
untuk menajalankan bisnis sekaligus menjadi seorang mahasiswa. Karena banyak
yang harus ia korbankan, terutama jika ada jadwal urusan bisnis yang
bertabrakan dengan kuliah. Untuk menyeimbangkan dua kegiatan yang sama
pentingnya tersebut, ia membuat jadwal terstruktur, tentang apa saja yang harus
dilakukan serta membuat prioritas pekerjaannya.
Pesan Kak Ghoswan kepada para
mahasiswa yang masih ragu untuk terjuan ke dunia bisnis adalah hanya hilangkan
rasa ragu, hilangkan rasa takut, berani mengambil risiko. Karena menjadi
seorang enterpreneur dibutuhkan
gebrakan dan keberanian untuk mengeksekusi ide. Karena ide bisa dimiliki oleh
siapapun. Tapi hanya sedikit yang bisa mengeksekusi ide.
Talkshow Sociopreneur
Moderator:
Indah Puspita Sari
Narasumber:
Andika Mahardika
Sociopreneur
adalah usaha atau bisnis yang tidak hanya mengambil keuntungan semata, namun
ada unsur sosial di dalamnya. Usaha yang tidak bertujuan untuk memperkaya diri
sendiri namun berkonstribusi bagi kesejahteraan orang banyak.
Di sesi talkshow keempat ini, dengan
narasumber Andika Mahardika, pemilik bisnis sociopreneur
Agradaya. Bisnis yang bergerak di bidang pengembangan tanaman rempah.
Berlatar belakang ingin mensejahterakan kehidupan petani Indonesia, Andika dan
sang istri merintis bisnis ini.
Saat ditanya mengapa memilih
menjalani bisnis sociopreneur beliau
menjawab bahwa sudah seharusnya bisnis itu
socio atau memiliki kebermanfaatan bagi sesama manusia dan lingkungan,
tidak hanya soal keuntungan semata. Karena baginya, dunia ini cukup untuk semua
orang tapi tidak akan pernah cukup untuk satu orang yang serakah.
Diawali dengan eksplorasi di Desa
Kedangrejo, pada tahun 2014. Saat itu Andika belum memiliki gambaran apa yang
akan ia tawarkan kepada masyarakat desa itu. Namun kemudian ia melihat peluang
bahwa proses pasca panen akan sangat menguntungkan dan meningkatkan daya jual
komoditas pertanian desa tersebut.
Manfaat yang begitu dirasakan Andika
selama menjadi seorang sociopreneur adalah
ia menjadi mengerti apa itu konsep kebahagiaan. Mengingat Kota Yogyakarta
adalah kota dengan pendapat terendah di seluruh Pulau Jawa, akan tetapi
memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Ini artinya, kebahagiaan bukan melulu
soal menjadi kaya.
Terima kasih telah melakukan yang terbaik untuk PKKMB tahun ini, semoga lancar kuliahnya, dan kelak bisa jadi orang besar yang bermanfaat bagi banyak orang, semangat terusss!
BalasHapus